PUISI : Kisah Gadis Layu (Part I)

Ini adalah postingan pertama saya di blog baru ini. Saya akan menceritakan kisah seseorang lewat beberapa coretan puisi yang akan saya tulis. Mhon penilaiannya juga dari kawan2 semua. thank’s 🙂

KISAH GADIS LAYU (Part I)
Oleh : Bekti Sarabanu

Kisah Gadis Layu (Part I)

Cukup tau
Kau memang begitu
Setipis kertas tersobek
Mudah teremas, terinjak, dan terbuang

Apa harapmu sekarang?
Kebahagiaankah?

Hay bunga yang melayu sebelum mekar!
Berat memang hidupmu
Tapi maaf aku tak cukup tau
Caramu berpikir di balik takdir

Lalu apa harapmu sekarang?
Merengek di depanku?

Hay bunga yang melayu sebelum mekar!
Sedikit kasar memang
Tapi setidaknya aku pernah mengatakan yang terlembut
Dan kau tak mendengar

Apakah sekarang kau sedang menangis?
Untuk kesekian kalinya kau menangis?

Bosan, bosan dan bosan !
Berapa kali ku harus mengatakan
Apakah menangis akan merubah takdirmu?
Tidak ! Tidak dan tidak !

Lalu sekarang kau menyesal?
Benar menyesal?

Lihatlah aku hay gadis muda yang layu
Lihatlah aku dan terus lihatlah !
Ya kau benar, ini aku yang berkali-kali dulu kau khianati
Aku si pria bodoh yang mudah di tipu

Sekarang kau ingat siapa aku?
Lihatlah ! Sekali lagi lihatlah dengan jelas !
Aku sedang menertawakanmu hay gadis yang malang
Aku sedang tertawa terbahak-bahak

Hahahaha
Aku kejam, aku sungguh terlihat kejam kan sekarang?
Tapi setidaknya dulu ku tak mau membuatmu layu
Setidaknya aku dulu menjagamu
Setidaknya aku dulu tak menyakitimu
Setidaknya aku dulu tak mengkhianatimu
Dan setidaknya itu dulu, ya itu dulu dan telah berlalu

Sekarang nikmatilah hay gadis masa lalu
Nikmati lingkaran cincin yang mengikat dan membelenggu hidupmu
Lingkaran cincin yang tak kau ingini
Lingkaran cincin akhir kebebasanmu
Lingkaran cincin yang membuatmu menderita

Kini aku kembali tertawa
aku sedang menertawakanmu si gadis masa lalu
apa kau mendengarnya?
Dengarkanlah aku, aku sedang tertawa…hahaha

Mungkin tawaku terdengar gila
Tapi kau lebih gila
Kau lebih menggila dan bodoh !

Terakhir ku berkata,
“Aku belum puas berkata-kata dan takkan pernah puas.!”

=> Bersambung ke Kisah Gadis Layu (Part II)

Terimakasih sudah membaca. Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE and KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU ya. 😀

Baca Juga :

Posted on 9 Februari 2014, in Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. puisinya kerenn,,,,,,
    iznul paling suka yang ini.
    ini balasan dari puisi itu, tapi maaf kalau jelek, masih belajar buat puisi,,,,, 😀

    AKU SI GADIS LAYU
    Aku memang hina
    Aku memang tak suci lagi
    Tetapi buah ku suci
    Jariku juga sudah dilingkari cincin
    Tetapi kenapa !!!
    Kau mentertawakan ku !!
    Kau bahagia, jika ku sakit
    Aku masa lalu mu
    Tapi kau tak menghargai ku
    Semua yang ku lakukan hina dan hilaf
    Taka nada lagi kesempatan
    Untuk meluluhkan hati mu
    Tetapi mengapa??
    Kau mentertawakan ku
    Siapa bilang aku tak menyesal
    AKU SUNGGUH MENYESAL !!
    Aku mengajak kau kembali
    Agar aku lebih baik
    Tapi apa???
    Kau palah jijih pada ku
    Aku yang layu ini,,
    Hanyalah sebatas asa
    Dan sekarang apa??
    Kebebasan ku tak ada lagi
    Kebahagiaan ku hanyalah buah ku
    Walau tak pernah ku ingin kan
    Jangan lah kau ejek ku kembali,?
    Sakit hati ini
    Tertahan dan perih
    Aku memang gadis layu,,,
    Tapi kau hargai aku!
    Tak semena-mena kau mentertawakan ku
    Dan terakhir ku ucapkan padamu
    ,,,,,,,,Maaf kan lah aku yang dulu melukai hati mu,,,,,,,,

  2. Iya bagus… tapi ini bukan buat iznull hlooh… hehehe 😛

  3. iya makasih mamas,,,,
    iznul udah tahu mamas kalau itu bukan buat iznul,,,,
    aku akan menunggu yg part 4

  4. ya, masih dalam pikiran tapi puisinya…
    sabar ya… 😀

  5. iyaiya,,, tapi jangan yang kasar,,, kata2nya,,,, 😛

  6. yah, tak usahain…yang penting kan agak halus bahasanya, walaupun langsung menusuk si… hahaha 😀

  7. hiyahiya,,,,,,,,,,,,,

Silahkan tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: