PUISI : Kisah Gadis Layu (Part II)

Kelanjutan dari puisi pertama yang telah saya posting. Mohon LIke + Komentar + Share juga ya sob 🙂

KISAH GADIS LAYU (Part II)
Oleh : Bekti Sarabanu

Kisah Gadis Layu (Part II)

Kembali lagi aku tertawa
Menertawakan kisah karma si gadis layu
yang semakin kering
Seperti mati di ujung derita

Kembali lagi dia merajuk
Menangisi hidup di iring perih
Matanya semakin sembab
Tak mau lagi dia bercermin

Begitu kejam kehidupan
Bukankah begitu wahai gadis layu?

Kembali lagi kau mengadu
Lewat sederet pesan singkat
kau berkata,”aku ingin mati.”
Seperti sudah segan hidup

Kau semakin membuatku tertawa
Adakah dulu kau peduli padaku?

Aku mungkin tak lagi mau mengerti
Tak lagi mau ingat
Tak lagi mau tahu
Tak lagi ingin kenal dirimu

Jadi berhentilah memelas padaku hay gadis layu
Kisahmu tak lagi menarik
Kau hanya gadis masa lalu
Yang terkoyak kehormatannya oleh hal kotormu sendiri

Sekarang biarkanlah aku pergi
Mencari satu diantara ribuan bunga yang bermekaran
Biarkan ku memetik bunga itu
dalam ikatan yang begitu suci
Biarkan aku dengan tenang mencari
dan jangan kau usik!

Mengertikah kau hay gadis layu?
Lupakanlah aku!
Bukankah pria itu sudah mengikatmu dengan cincin sah?
Meski dia kejam, toh itu pilihanmu
berbahagialah!

Kini kembali lagi aku katakan,
”Jangan kau tusuk buah suci yang kau dan dia buat.”

=> Bersambung ke ‘Kisah Gadis Layu (Part III)‘ …

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE and KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU ya. Terimakasih telah berkunjung. 😀

 

Baca Juga :

Posted on 9 Februari 2014, in Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: