PUISI : Makian Si Pecundang

Makian Si Pecundang
Oleh : Bekti Sarabanu

Makian Si Pecundang

Tengah malam ini aku berteriak sendiri
Seperti orang gila
Memekik keras mengundang sejuta tanya
Menjadikan aku seperti pecundang

Ku tanyakan ‘mengapa’ pada Tuhan
Mengapa aku tak bergelimang harta?
Mengapa aku tak bahagia?
Mengapa selalu datang masalah?
Lalu mengapa engkau menciptakan aku?

Termenung sejenak
Ku coba hilangkan kegilaan ini
Tapi mulutku tak mau berhenti berceloteh
Memaki kehidupan yang perih

Ku tanyakan ‘Kenapa’ pada Tuhan
Kenapa harus aku yang miskin?
Kenapa yang lain bisa tertawa ria?
Kenapa masalah itu datangnya ke aku?
Lalu kenapa harus selalu aku?

Aku terus berkicau nyaring
Mendahului kicauan burung pagi buta ini
Aku semakin gelap
Menutup cahaya sebelum pagi

Kini ku tanyakan ‘Apa’ pada tuhan
Apa aku banyak salah?
Apa aku harus sabar dan sabar lagi?
Apa aku harus mati saja?

Sungguh semakin aku tak mengerti kehidupan ini
Seribu kali ku bersabar
Seribu kali pula masalah datang berganti
Seratus ribu kali aku memaki
Dan Seratus ribu kali pula masalah tetap menghampiri

Biarpun aku selalu bertanya ‘Mengapa, Kenapa, dan Apa’ pada Tuhan
Apakah Tuhan mendengarnya?
Aku percaya Engkau Maha Mendengar
Aku percaya Engkau Maha Melihat
Dan sebelum aku lebih banyak memaki hidup
Ku tengadahkan tangan ini kehadirat-MU
Di sepertiga malam terakhir
Berharap kali ini mendapat jawaban
”Berikanlah hambamu ini kesuksesan dalam menjalani hidup” 🙂

 

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU ya. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

Baca Juga :

Posted on 2 Maret 2014, in Puisi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: