PUISI : Bukanlah Api Dan Angin

Bukanlah Api dan Angin
Oleh : Bekti Sarabanu

Bukanlah Api dan Angin

Sesejuk angin yang berhembus kau datang
Merasuk ketubuh, terhirup memberi kehidupan
Memberi kelegaan baru
Dari sesaknya masa yang lalu

Sepanas bara api yang berkobar
Menyala terang, membakar semangat untuk bangkit
Memberi tenaga baru
Dari puruknya kisah yang lalu

Tapi aku tahu
Pada saatnya nanti Kau akan hilang
Seperti angin yang mudah berhembus kesana kemari
Keluar masuk celah yang kau ingini

Dan aku juga tahu
Pada saatnya nanti Kau akan padam
Seperti api yang begitu saja terkalahkan oleh air
Menyisakan abu berpolusi

Akankah kau akan seperti pertama datang?
Sebagai angin yang lembut dan berakhir menyesakan
Atau menjadi api yang menyemangati dan berakhir menyisakan abu

Hati kecilku berkata,
“Aku percaya hadirmu bukanlah sebagai angin dan api’’

 

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU ya. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

Baca Juga :

Posted on 19 Maret 2014, in Puisi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. bagus, tetapi setidaknya orang yang mencintaimu tidak lah mungkin bersifat seperti angi dan api,,, 😀

  2. iya … amiiiiiin…
    🙂

  3. iya,,, tapi ini ada balasan puisinya mas buat kamu,,,, 😀

    JANGANLAH API DAN ANGIN

    Kesejukan ku ini,,,,
    Seperti kehidupan yang lalu lantang,,,
    Menyisip, merasuk ketubuh,
    Memberi cela masa yang akan datang

    Panas bara api ku ini,
    Hanya untuk semangat mu,
    Memberikan cahaya baru,
    Dari kisah mu yang lalu,

    Dengan ragu,,,
    Mukin aku akan hilang,
    Seperti angin yang lalu lantang,
    Menyisip, merasuk ketubuh,,,,,

    Dan dengan ragu lagi,,,,,
    Mungki aku akan padam,
    Yang terkalahkan air,
    Menyisakan abu debu berpolusi,

    Tapi jika kau percaya,,,,,
    Aku akan menjaga,,,
    Aku bukanlah api dan angin,,,,
    Dan janganlah api dan angin,,,,

    aku berkata dalam hatiku
    “aku percaya datangnya kau dalam hidupku merubah segalanya, walau aku tak tahu nanti apakah aku seperti angin dan api atau tidak?. tetapi aku butuh kepercayaan dari mu,,, agar aku tak se egois angin dan tak mudah padam seperti api,”

    By : Ratih Isnaeni

  4. makasih sayang….
    mas percaya kox sama iznull… hehehe
    ciyeeeee
    😉

  5. iya sama2 mamas sayank,,, iznul juga percaya kok sama mas bekti,,,,

  6. 😀

  7. Wah,…
    Bener euy,…
    Bagus puisinya,…
    Sip lah,…!!!
    😀

  8. terimakasih gan.
    maaf ya baru bisa bales komentar, kemarin2 jarang online … hehe
    Jangan bosen mampir kemari ya… (ngarep banget) hahaha
    thank’s 😀

Silahkan tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: