PUISI : Nomaden

Nomaden
Oleh : Bekti Sarabanu

Nomaden

 

Ku rasa tempat ini sudah kering
Tak nyaman lagi di tinggali
Gersang, tandus, tak berair
Saatnya mengikuti angin yang berpihak

Seperti bangsa Nomaden
Jika tempatnya tak lagi subur
Kenapa harus bertahan?
Seperti bangsa Nomaden
Jika yang di huni sudah tidak mendukung
Kenapa masih saja di pijak?

Langkahkan kaki jangan ragu
Angin baru sudah dekat
Sejuknya telah terasa
Gemricik air terdengar menyegarkan pula

Saatnya menanam kembali
Merintis yang dulu gagal
Menjaga yang dulu tak terjaga
Tumbuhkan kembali sesubur mungkin

Sebelum tanah baru menjadi kering
Sebelum tanah baru menjadi tandus
Dan sebelum tanah menjadi milik orang lain
Kuasailah !

Seperti bangsa Nomaden
Mungkin ini saatnya berpindah

 

*Bangsa Nomaden : Bangsa yang suka berpindah-pindah tempat

>>Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

 

Baca juga :

Posted on 12 April 2014, in Puisi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. trim’s sudah mampir diwarung saya.

  2. Sama2 gan… Semoga bisa saling berbagi pengetahuan… 🙂

  3. iznul bru thu mamas,,,
    ternyata sejarah toh,, :/

  4. sejarah apa hayooo? hahay 😀

Silahkan tulis komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: