Arsip Blog

PUISI : Rindu Untukmu (3)

Rindu Untukmu (3)
Oleh : Bekti Sarabanu

rindu untukmu 3

Aku tak lagi rindu, kau tahu
Aku tak mau lagi

Dalam sajak ini, kau tahu
Setengah mati ku tulis
Untukmu yang tak ku rindu

Aku ingin membantah kalau aku rindu
Oh, astaga aku malah semakin rindu

Harusnya ku tak begini
Kau sudah lama pergi
Hey, aku tak gila bukan?

Aku tak lagi rindu, kau tahu
Oh, astaga ku semakin rindu

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU ya. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

Baca juga :

 

PUISI : Rindu Untukmu (II)

Rindu Untukmu (II)
Oleh : Bekti Sarabanu

Huruf R

Rintik-rintik hujan sore ini
Isyaratkan kerinduan di setiap tetesnya
Nampak masih banyak yang ingin di tumpahkan
Dari langit yang masih saja mendung
Ubah jalan cerita sore ini

Untukmu yang ku rindu
Namun tak melihat hujan yang sama
Tetaplah disana menjaga
Untaian cinta yang katanya tak kau lupa
Kiranya rindumu juga tak kering
Mestinya kita akan bertemu lagi
Unjukan rasa setia kita setelah lama di landa rindu

 

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU ya. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

Baca juga :

 

PUISI : Rindu Untukmu (I)

Rindu Untukmu (I)
Oleh : Bekti Sarabanu

Huruf R

Rindu ini
Riang menari tak tau diri
Resahkan hidup yang sudah perih
Rampas segala senyum dalam bibir yang terkunci

Raut wajah itu terus saja bergelayut dalam pikiran
Rindu ini semakin menusuk

Renggut saja aku
Rasanya aku sudah tak tahan
Relakah aku selalu saja jauh darimu?
Relikui hidup yang sungguh menyiksa

Rindu
Rindu ini kenapa selalu untukmu?

 

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak anda di BUKU TAMU ya. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

Baca juga :

PUISI : Begini Saja

Begini Saja
Oleh : Bekti Sarabanu

Begini Saja

Begini saja
Ku titipkan rindu ini
Pada rangkaian kata perkata
Walau ini sekedar catatan maya

Tak peduli mau di baca atau tidak
Terpenting pena ini terus saja menari
Menggores kertas putih yang bersaksi
Menuliskan kata RINDU dalam cetak tebal

Meski tiap spasi dalam kata serasa semakin menjauh
Aku tak lagi peduli
Bayanganmu seolah begitu dekat
Mendekat, terus mendekat dan semakin mendekat
Lalu aku hampir mati oleh RINDU ini

Begini saja
Tak peduli mau di baca atau tidak
Terpenting AKU MERINDUKANMU

 

Pembaca yang baik selalu meninggalkan LIKE dan KOMENTAR. Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman semua di BUKU TAMU juga ya. Terimakasih telah berkunjung. 🙂

Baca juga :